Kampanye Mendukung Buruh Berjalan Sukses
[Makassar, SOLFest - 23/8] Meski diguyur hujan selama 30 menit, Kampanye Mendukung Pemogokan Buruh PT. Bomar berjalan lancar dan sukses. Kampanye yang digelar di pelataran Fakultas Ilmu Budaya Unhas ini dihadiri oleh ratusan orang dari berbagai kelompok dan latar belakang. Sejumlah partisipan juga memberikan kontribusi berupa pementasan seni dan berbagai pojok dukungan.
Kampanye mulai digelar pukul 13:00 Wita, telat setengah jam dari agenda. Dibuka dengan tarian 4 etnis yang dibawakan oleh 4 orang penari berkaos putih, pembukaan terasa bersahabat karena panggung menyatu dengan wilayah pengunjung.
Performance art dari Teater Kampus Unhas TKU bertitel BOM AR-103 memukau orang-orang yang hadir. Tiga orang mencat tubuhnya dengan warna hitam dan putih, membawa sebuah bom raksasa dengan sumbu teruntai.
Teatrikal tersebut menggambarkan ketamakan kapitalis yang menghisap buruh dan bertingkah sewenang-wenang.Nuansa membakar sangat kental dalam penampilan TKU, saat sebuah statement diucap repetitif, “Hanya ini jalannya!”. Dilanjutkan dengan aksi membakar penyulut, dan terdengarlah ledakan keras layaknya bahan peledak, “Booooommm!!”
Aksi kemudian dilanjutkan dengan sejumlah penampil di panggung, dan kesaksian para pekerja yang melakukan mogok kerja. Setelah itu, sebuah film dokumenter yang berkisah tentang perjuangan buruh PT. Bomar diputar. Film berjudul “Bogatamak Marirusak” yang berdurasi 20 menit itu diproduksi oleh Tim SOLFest.
Sekitar 20 orang warga Kassi-kassi, sebuah kawasan permukiman warga yang sementara berjuang melawan penggusuran, turut hadir dalam kesempatan ini.
“SOLFest memang diniatkan untuk memfasilitasi sebuah ruang solidaritas bersama, tanpa harus mendikte setiap kelompok atau orang. Kami juga sebenarnya mengundang warga Pandang Raya, Polongbangkeng Takalar selain mahasiswa, dan kelompok-kelompok buruh dan warga lainnya agar kita bisa saling support dan tidak merasa sendiri berjuang”, demikian kata Mahesa, Humas Tim Kerja SOLFest.
Sejumlah stand dukungan seperti penggalangan dana dan logistik bahan makanan digelar. Salah satunya dari Food Not Bombs Makassar, dan beberapa punk yang menyediakan sablon donasi logo berjudul Kampanye Mendukung Buruh PT. Bomar, di atas sebuah T-Shirt. Hasilnya seluruhnya didonasikan untuk perjuangan buruh.
Kampanye ini juga diisi dengan diskusi bersama untuk membicarakan kelanjutan pembesaran gerakan solidaritas untuk buruh Bomar. Saat sesi diskusi berakhir, kampanye ini ditutup dengan berbuka puasa bersama.
Hingga kampanye berakhir, tidak ada halangan berarti, seperti isu pembubaran paksa oleh salah satu LSM pendukung PT. Bomar. Bahkan sejumlah staff PT. Bomar terlihat di areal parkir tempat kampanye digelar.
“Mungkin mereka mau membuktikan, apakah dukungan solidaritas terhadap buruh memang betul-betul ada, dan tidak sekedar di kawasan pabrik”, kata seorang buruh PT. Bomar yang pertama kali melihat orang-orang perusahaan tersebut.
Memang, melihat sekongkolnya pengusaha, pemerintah dan aparat, tidak ada jalan lain untuk menumbangkan kesewenang-wenangan dan ketidakadilan. Hanya Solidaritas dan aksi langsung lah yang bisa menghapus kapitalisme. Seperti dalam teatrikal tersebut, “Hanya ini jalannya”.

